Musik di Mata Penyanyi Isyana Sarasvati

Bukan tanpa alasan Isyana mencintai musik sedemikian dalamnya. Ia mengaku sangat introvert dan jarang sekali mau berbicara dengan orang lain. Segala emosinya ia lantunkan menjadi musik. “Aku suka musik bukan karena mau jago bermusik. Musik bukan paksaan buat aku tapi penyaluran emosiku. Karena aku nggak bisa mengungkapkan dengan kata-kata maka musik yang berbicara.” ujar Isyana yang menggemari karya-karya musisi Chrisye dan Glenn Fredly. Dan jika cinta menjadi alasannya, maka tak ada yang sulit dilakukan. Seperti Isyana yang sepertinya mudah saja menciptakan sebuah lagu dalam hitungan jam bahkan menit. “Aku butuh satu jam untuk bikin sebuah lagu. Pernah juga hanya perlu lima menit untuk nyiptain komposisi nada. Seorang teman pernah minta dibikinin lagu dan aku selesaikan dalam lima menit.” cerita Isyana seraya melemparkan senyum ke arah dewi.
Inspirasi dalam bermusik bisa datang dari mana saja. Termasuk kisah hidup. “Waktu umur 9 tahun, aku bikin lagu untuk mama dalam rangka Hari Ibu. Pas aku umur 15 tahun, kakakku pergi ke Amerika dan aku bikin lagu Wings of your Shadow. Kejadian sehari-hari dan isi perasaanku sering kali berubah menjadi lagu” kata Isyana yang juga mengaku ia paling suka menyiptakan lagu pada jam 1-2 pagi saat tengah malam tiba. Perempuan yang pernah mengikuti lomba di Bangkok, Thailand, Singapura, dan Jepang ini pun punya cita-cita untuk mendirikan sekolah musik. Fokusnya untuk selalu bermusik tampaknya Isyana jaga dengan sangat baik. Masuk ke dunia hiburan Indonesia, Isyana tidak mengelak adanya tawaran untuk berakting. “Kalau aku harus berakting, aku pilih film. Aku nggak mungkin main sinetron yang serialnya panjang karena itu bisa mengganggu cita-cita dan fokusku dalam bermusik” ungkapnya.
(RIANTY RUSMALIA)
Foto: Hakim Satriyo