
Setelah kesuksesan gemilang di tahun sebelumnya, Modinity Fashion Parade 2025 (MFP 2025) kembali dengan kemegahan yang elegan. Digelar pada 21 Februari 2025 di The Hall, Senayan City Mall, lebih dari 2.000 paket undangan habis dalam waktu kurang dari 48 jam, membuktikan daya tariknya yang luar biasa. Edisi tahun ini menampilkan lima jenama di bawah Modinity Group—Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, dan pendatang baru Calla—yang masing-masing meluncurkan koleksi memadukan tradisi dengan modernitas, elegan dengan keberanian.
Kemewahan Berkilau dari Buttonscarves
Laura Basuki, Putri Marino, Alyssa Daguise, dan ikon global Halima Aden turut melangkah di atas runway, membawa serta aura glamor yang menghipnotis setiap mata yang memandang. menghadirkan kelembutan yang memesona. Para duta jenama ini, jacquardButtonscarves mempersembahkan “Dazzling Festive”, sebuah koleksi penuh warna permata berkilau berpadu dengan manik-manik yang membentuk logo ikonis Buttonscarves, sementara bahan mewah seperti sutra dan

Koleksi Memukau dari Benang Jarum
Dalam perayaan usia ke-5, Benang Jarum menyulap imajinasi menjadi kenyataan melalui empat koleksi yang memancarkan karakter unik:
Pertama, dihadirkan koleksi Adara, dengan motif geometris dan floral pada kain satin dan chiffon, menawarkan busana bagi wanita modern yang mencintai keseimbangan antara keberanian dan kelembutan. Selanjutnya, Memories of Raya, hasil kolaborasi dengan Mothercare, menyentuh hati dengan koleksi anak-anak yang jenaka. Linen dan katun berkombinasi sempurna dengan kerah statement dan ruffles, menciptakan busana penuh kesan ceria.
Ada juga koleksi Ethereal (Black Label) menghadirkan kemewahan minimalis dengan aksen renda halus, palet warna netral, dan siluet flowy yang bergerak lembut di setiap langkah. Serta Festive Finesse, yang lahir dari kolaborasi istimewa dengan Raisa, membawa desain floral dalam nuansa pastel yang lembut. Drapery bertingkat serta renda halus mempertegas kesan anggun nan mewah.

Keanggunan Mughal ala Nada Puspita
Nada Puspita memukau dengan “Raya Romance”, sebuah koleksi yang memiliki dualitas tematik. Pertama, terinspirasi oleh kemegahan Kekaisaran Mughal. Menampilkan motif teratai dan sulaman arsitektural menghiasi kain-kain indah, membawa kilasan sejarah ke dalam busana masa kini. Tema kedua mengusung pesona vintage, dengan renda, pita, dan bunga-bunga lembut. Diperkuat dengan bros berbentuk teratai menjadi simbol keanggunan sejarah berpadu dengan estetika feminin.

Aeré oleh Zyta Delia: Gaya Dinamis
Zyta Delia meluncurkan “Aeré”, koleksi yang namanya berasal dari kata Prancis aérien, melambangkan sesuatu yang ringan dan mengalir. Syal dan tas dalam koleksi ini menjadi pendamping sempurna bagi mereka yang menjalani kehidupan modern dengan penuh dinamika. Sebuah kolaborasi kejutan dengan BT. Batik Trusmi menambahkan sentuhan tradisional dalam bentuk twilly scarf dalam palet warna yang hangat.

Calla, Pendatang Baru yang Mencuri Perhatian
Sebagai debutnya menjadi bagian dari Modinity Group, Calla memperkenalkan “Pansy In The Air”, koleksi yang terinspirasi oleh bunga pansy, simbol keberanian dan kreativitas. Dengan motif floral pada potongan asimetris, gaun organza transparan, dan tas jinjing rajutan, koleksi ini menghadirkan warna-warna bold dan pastel dengan bahan alami seperti katun dan tencel, cocok untuk gaya sehari-hari yang santai namun penuh gaya.
Buttonscarves Beauty menyempurnakan tampilan dengan riasan flawless yang selaras dengan karakter masing-masing brand. Sementara itu, acara semakin meriah dengan penampilan para diva lintas generasi Indonesia, Raisa, Rossa, dan Ruth Sahanaya. Setelah menyaksikan pertunjukan di atas runway, para pengunjung juga dapat langsung membeli koleksinya dengan konsep “See Now, Buy Now”.
Linda Anggrea, CEO Modinity Group, menegaskan bahwa inovasi dan inklusivitas adalah nilai yang ingin selalu ditampilkan dan disebarkan. “Kehadiran Calla membawa energi segar, sementara kolaborasi dengan ikon seperti Halima Aden memperkuat komitmen kami menghadirkan fashion yang inklusif,” ungkap Linda.
MFP 2025 bukan sekadar pertunjukan mode—ini adalah perayaan warisan budaya, kreativitas modern, dan pengalaman tak terlupakan, mengukir legasi Modinity Group di industri mode tanah air.
Teks: Imam Notonogoro
Editor: Firyal Shabirah
Foto: Dok. Modinity Group