Rama Raditya meluncurkan aplikasi Qlue, sebuah sosial media, agar warga dapat berperan untuk perubahan yang lebih baik di kotanya. Ia merupakan master di bidang sistem informasi lulusan Strayer University, Amerika Serikat, menjelas asal mula nama aplikasi ini, “Qlue berasal dari kata 'keluhan'. Kenapa menggunakan ‘Q’ karena kami ingin keluhan yang masuk di Qlue memiliki quality, artinya keluhan yang berkualitas.”
Aplikasi Qlue mengadopsi konsep jejaring sosial seperti Facebook yang sudah lama beroperasi di dunia maya. Melalui Qlue warga dapat menyampaikan pengaduan secara langsung hingga bisa berkomunikasi dengan lurah di daerahnya. Warga juga dapat memantau apakah keluhannya sudah ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Sebelumnya, para lurah juga sudah dibekali aplikasi Cepat Respons Opini Publik (CROP). Sejak diluncurkan pada Desember 2014 sampai Maret 2016, sudah ada sekitar 200 ribu pengguna. Menandakan bahwa masyarakat antusias. (MEL) Foto: Dok. Dewi.
Aplikasi Qlue mengadopsi konsep jejaring sosial seperti Facebook yang sudah lama beroperasi di dunia maya. Melalui Qlue warga dapat menyampaikan pengaduan secara langsung hingga bisa berkomunikasi dengan lurah di daerahnya. Warga juga dapat memantau apakah keluhannya sudah ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Sebelumnya, para lurah juga sudah dibekali aplikasi Cepat Respons Opini Publik (CROP). Sejak diluncurkan pada Desember 2014 sampai Maret 2016, sudah ada sekitar 200 ribu pengguna. Menandakan bahwa masyarakat antusias. (MEL) Foto: Dok. Dewi.
Author
DEWI INDONESIA
FOOD & TRAVEL
CASA CUOMO, Simfoni Kuliner Italia di Jakarta